MANEJEMEN PERENCANAAN DAN
PERLENGKAPAN PERJANAN
PENGANTAR
Perjalanan itu merupakan berpergian dari suatu tempat ketempat yang lain dengan maksud tertentu. Perjalanan itu banyak ragamnya seperti : darmawisata, perjalanan pulang kampung dan sebagainya.
Yang akan dibicarakan dengan perencanaan dan perlengkapan perjalanan yang dilakukaan dialam bebas atau gunung hutan. Perlengkapan disini sangat diperlukan supaya maksud dan tujuan perjalanan tercapai.
Perjanan dialam bebas mempunyai faktor penghambat yang sangat besar, perjalanan dialam bebas biasanya disebut pendaki.
Faktor penghambat tersebut dibagi atas dua hal, yaitu:
A. Faktor yang bersifat interen
B. Faktor yang bersifat exteren
A Faktor Interen:
Faktor yang ditimbulkan dari diri sipendaki itu sendiri. Diantaranya ; fisik, keterampilan, pengetahuan, dan mental yang kurang.
B Faktor exteren:
Faktor yang timbul diluar diri sipendaki. Diantaranya ; hujan, badai, tanah longsor dan sebagainya, yang mana disebut sebagai obyek pendaki.
Melihat hal tersebut diatas maka diperlukan dilakukan suatu peningkatan disegala hal, baik pada diri sipendaki, maupun kemampuan membaca segala sesuatu.
Karena itu para calon anggota Manunggal Bhawana, perlu mengetahui dan menguasai hal penghambat tersebut.
I. PERENCANAAN PERJALANAN
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Maksud dan tujuan
2. Keadaan alam (medan)
3. Waktu perjalanan
4. Kemampuan personil
1. Maksud dan Tujuan.
Dalam merencanakan maksud dan tujuan akhir dari suatu perjalanan hendaknya dibuat sejelas-jelasnya. Disamping itu hendaknya membuat semua catatan perjalanan.
Kegiatan tersebut dibagi atas:
a. Aktifitas biologis
b. Aktifitas khusus
a. Aktifitas biologis seperti:
Selama perjalan kita akan makan terus menerus, mandi sehari 4 kali dan lain sebagainya.
b. Aktifitas khusus
Aktifitas ini merupakan tujuan dari perjalanan tersebut yang dapat dilakukan selama perjalanan misalnya :
Dari tempat A ketempat B kita melalui sungai, disana kita mengadakan latihan penyeberangan basah, ditempat B kita mengadakan pengobatan umum, dan sebagainya.
2. Keadaan Alam (medan)
Kedalam suatu perjalan hendanya memperhatikan kondisi setiap bagian dari perjalan yang akan kita lalui, kondisi medan tersebut dapat dilihat dari :
- Peta (akan diterangkan pada materi Navigasi)
- Informasi dari penduduk setempat dan keterangan mereka yang pernah melalui rute tersebut.
Orang yang berpengalaman akan dapat menafsir lebih banyak keterangan dari selembar peta, tetapi hendaknya jangan bosan mencari informasi sebanyak mungkin, karena keadaan peta akan tidak sama dengan keadaan sebenarnya.
3. Waktu Perjalan.
Hendaknya perlu direncanakan lamanya yang dibutuhkan dari awal perjalan hingga akhir. Lamanya waktu dapat dilihat dari waktu yang dibutuhkan selama lintasan.
Lama berjalan pada medan datar 4 sampai 5 Km dapat ditempuh dalam 1 jam, pada medan mendaki dapat ditempuh pada beda ketinggian 100 sampai 500 m.
4. Kemampuan Personil
Perjalanan yang dilakukan sendiri akan berbeda dengan yang dilakukan berkelompok.
Dalam perjalanan berkelompok kita perlu mengetahiu keadaan setiap personil, karena kemampuan tidak sama.
Kemampuan mengangkat beban setiap orang antara 15 sampai 20 Kg, atau 1/3 dari berat badan.
Banyak personil ditentukan dari tujuan perjalanan, namun hendaknya jangan terlalu banyak.
Disamping hal diatas, hendaknya dalam merencanakan perjalanan memenuhi hal dibawah ini:
Who : siapa teman yang dihadapi
What : apa tujuan kegiatan, apa yang dikehendaki, apa yang akan dibawa.
When : kapan berangkat/kembali
Where : lokasi dimana, siapkan peta, lintasan perjalan
Why : mengapa kita lakukan (karena perintah/keinginan sendiri)
How : bagaimana pelaksanaannya, bagaimana kalu celaka dan lain-lain
Data-data tersebut diatas hendaknya ditulis secara terperinci supaya kita dapat menentukan waktu pemberangkatan , jumlah personil dan perlengkapan apa saja yang dibawa.
Semua hal tersebut bertujuan untuk mengurangi segala hambatan. Usaha lainnya memberi tahukan rencana kita kepada orang lain, hal ini untuk melakukan penyelamatan. Hal tersebut akan memudahkan orang lain untuk malakukan tindakan penyelamatan.
II. PERLENGKAPAN
Perlengkapan disini adalah untuk perjalanan beriklim tropis. Dalam merencanankan hendaknya seteliti mungkin, supaya hanya yang penting-penting saja yang dibawa.
Secara garis besar dibagi :
1. Perlengkapan perorangan
2. Perlengkapan regu (team)
1. Perlengkapan perorangan:
a. Perlengkapan jalan
b. Perlengkapan tidur
c. Perlengkapan makan
d. Perlengkapan pribadi lainnya.
a. Perlengkapan jalan
- Sepatu - Baju jalan
- Kaus kaki - Baju luar/jaket
- Putis dan gaiter - Ikat leher
- Celana jalan - Topi rimba
- Ikat pinggang - Jas hujan
>> Pendukung perlengkapan jalan
- Pisau pinggang - Veld ples
- Pisau saku - Sarung tanggan kulit
- Golok tebas - Kompas
- Pluit - P3K
- Senter/flash light - Jam tangan
- Peta - Tali tubuh
- Kaca mata
b. Perlengkapan tidur
- Satu set pakaian tidur - Penutup kepala
- Kaus kaki cadangan - Tenda
- Sleeping bag - Sarung tangan wool
- Sleeping mat - Kain sarung
c. Perlengkapan makan
- Kompor - Nesting
- Korek api - Jerigen air 5 liter
d. Perlengkapan pribadi lainnya
- Celana dalam ganti - Obat-obatan
- Jarum, benang dan kancing - Tali sepatu dan semir
- Minyak komando - Dan lain-lain
- Perlengkapan mandi
2. Perlengkapan team (regu)
Perlengkapan regu pada umumnya bersifat khusus, merupakam perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama perjalanan.
Contoh :
- Perlengkapan rock climbing
- Perlengkapan caving
- Dan lain-lain
Perlengkapan tersebut akan dibicaran pada saat anggota Manunggal Bhawana mengikuti spesialisasi. Dalam menentukan perlengkapan hendaknya selalu sesuai dengan rencana perjalanan. Dibawah ini akan diterangkan, hal-hal apa yang harus ada pada perlengkapan diatas.
Sepatu dan perlengkapan
Sepatu yang digunakan untuk berjalan dialam bebas, mempunyai berbagai macam dan bentuk. Masing-masing sepatu mempunyai kekurangan dan kelebihan.
Bagi pemula, kiranya yang perlu diperhatikan adalah :
- Harus kuat dan ruang sepatu luas
- Bentuk sol/grip yang besar dengan ceruk yang tajam, serta berpunggung tinggi
- Badan/penutup terbuat dari bahan kulit atau kulit sentetis.
- Sol dan penutup disambung dengan kuat (lem)
- Leher jangan terlalu tinggi
- Tetapi leher dilapisi bahan yang lunak
- Mempunyai bantalan penahan disekitar engkel
- Tali sepatu kuat dan tidak mudah putus (tali parasit)
- Mempunyai ventilasi
- Lidah sepatu bersatu dengan bagian atas
Yang ada dipasaran kadangkala tidak memenuhi syarat diatas. Disini akan diberi contoh sepatu yang ada dipasaran dan terkenal dikalangan kita, hal ini sebagai perbandingan .
Pada umumnya sepatu militer yang banyak digunakan karena dirancang untuk medan berat, contohnya:
Sepatu Cheko
- Sol sangat kuat, karena sol dilekatkan pada alas dengan sekrup
- Kulit bahan keras dan tebal
- Cocok untuk medan berbatu dan gunung hutan
- Sol akan mudah basah pada medan yang basah
- Akan kaku dan berat jika tidak dirawat khusus
- Tipe pendek cocok untuk jalan jauh
Materi tersebut diatas merupakan modal awal yang sangat penting sebelum melakukan perjalanan ke alam bebas. akan tetapi kemungkinan masih bisa di improvisasi sendiri sesuai dengan kenyamanan dalam perjalanan.
Selamat Berpetualang.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar